Longsor Terjang Jalur Piket Nol Lumajang–Malang, Arus Lalu Lintas Sempat Terganggu

Lumajang, berita9.news – Longsoran tanah terjadi di jalur nasional Piket Nol tepatnya di kilometer (KM) 55/300 pada ruas jalan dari Kabupaten Lumajang menuju Kabupaten Malang melalui jalur selatan, Rabu malam (25/3/2026) ini. Peristiwa tersebut dipicu curah hujan tinggi yang mengguyur kawasan pegunungan di jalur penghubung kedua daerah itu.
Material tanah dari tebing di sisi jalan dilaporkan menutup sebagian badan jalan, sehingga arus lalu lintas sempat terganggu. Meski demikian, kendaraan masih bisa melintas secara bergantian karena hanya setengah badan jalan yang tertutup longsoran.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lumajang, Isnugroho, membenarkan adanya kejadian tersebut. Ia mengatakan saat ini tim BPBD bersama pihak Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) tengah melakukan penanganan di lokasi.
“Benar, terjadi longsoran di KM 55/300 jalur Piket Nol arah Lumajang menuju Malang lewat selatan. Saat ini masih dalam penanganan tim BPBD dan BPJN,” kata Isnugroho.
Ia menjelaskan, proses penanganan di lapangan cukup terkendala karena kejadian berlangsung pada malam hari dan posisi longsoran berada di tikungan jalan. Kondisi tersebut membuat material longsor tidak terlihat jelas dari jarak jauh sehingga membutuhkan kehati-hatian saat proses pembersihan.
“Karena malam hari, kondisi longsoran belum terlihat jelas. Lokasinya juga berada di tikungan jalan, sehingga tim harus ekstra hati-hati dalam penanganan,” ujarnya.
Menurut Isnugroho, longsor diduga terjadi akibat intensitas hujan yang cukup tinggi dalam beberapa hari terakhir. Selain itu, faktor kurangnya penguatan lahan di tepi tebing juga menjadi salah satu penyebab terjadinya pergerakan tanah.
“Iya benar, longsoran ini dipicu curah hujan yang tinggi serta kurangnya penguatan lahan tepi tebing oleh pihak terkait, dalam hal ini Perhutani,” jelasnya.
Ia menambahkan, ruas jalan yang terdampak merupakan jalan nasional yang kewenangan penanganannya berada di bawah Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN). Pihak BPBD Lumajang telah melakukan koordinasi dengan pejabat terkait agar penanganan bisa segera dilakukan.
“Kewenangan jalan nasional ini berada di bawah BBPJN. Kami sudah berkoordinasi dengan Supriadi selaku PPK BBPJN, dan saat ini proses pembersihan serta penanganan masih berlangsung,” imbuh Isnugroho.
Untuk sementara waktu, arus lalu lintas di lokasi kejadian diberlakukan sistem buka-tutup. Petugas di lapangan telah melakukan pengaturan lalu lintas agar kendaraan tetap bisa melintas dengan aman.
“Setengah jalur masih bisa dilewati, petugas sudah melakukan pengaturan lalu lintas di lokasi,” tambahnya.
Hingga berita ini ditayangkan, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) BPJN, Supriadi, belum memberikan keterangan resmi terkait penanganan longsor di jalur nasional tersebut meski telah dihubungi oleh awak media.
Jalur Piket Nol sendiri dikenal sebagai salah satu ruas jalan rawan longsor, terutama saat musim hujan. Jalur ini berada di kawasan perbukitan dengan tebing tinggi dan tikungan tajam yang kerap mengalami pergerakan tanah ketika curah hujan meningkat.
Pihak BPBD mengimbau para pengguna jalan yang melintas di jalur Lumajang–Malang melalui Piket Nol agar meningkatkan kewaspadaan, terutama saat hujan turun, serta mematuhi arahan petugas di lapangan demi keselamatan bersama.
📬 Berlangganan Newsletter
Dapatkan berita terbaru seputar desa langsung ke email Anda.





